Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perbedaan Green Tea dan Matcha yang Serupa Tapi Tak sama
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap, Ngemil Jadi Tren Baru di Masa Pandemi, Baik untuk Kesehatan Mental

Sabtu, 12 Maret 2022 - 22:28:00 WIB
Terungkap, Ngemil Jadi Tren Baru di Masa Pandemi, Baik untuk Kesehatan Mental
Ngemil jadi tren baru di masa pandemi (Foto: Cosmopolitan)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Selama masa pandemi Covid-19, gaya hidup masyarakat mengalami perubahan. Ada banyak kegiatan baru yang dilakukan masyarakat saat berada di rumah.

Salah satunya, saat beraktivitas mengemil. Bahkan survei tahunan Mondelez International “The State of Snacking” mengungkap semakin pentingnya peran camilan bagi kesehatan mental. 

Survei The State of Snacking tahun ke-3 ini mengungkap, 93 persen responden mencari camilan untuk meningkatkan kesehatan mental, lebih tinggi dibandingkan data global yang tercatat yakni 75 persen. Lebih-lebih lagi, 72 persen responden juga mengatakan, motivasi utama mereka dalam memilih camilan adalah sebagai hadiah untuk diri mereka sendiri (self-reward).

Bahkan, kegiatan ngemil dianggap sebagai waktu untuk melepaskan diri dari beban mental yang mengelilingi setiap hari, di mana 61 persen setuju, camilan memang seharusnya ditujukan untuk kebahagiaan atau kepuasan diri.

Khrisma Fitriasari selaku Head of Corporate and Government Affairs Mondelez Indonesia mengajak masyarakat untuk menerapkan #JamNgemil, yaitu meluangkan waktu sejenak di antara kesibukan sehari-hari, untuk menikmati camilan favorit, sehingga momen ini dapat digunakan sebagai cara sederhana dan menyenangkan dalam mengapresiasi diri.

“Momen #JamNgemil sebaiknya diterapkan secara #NgemilBijak (mindful snacking), yakni dengan sepenuhnya fokus akan momen ngemil tersebut, sehingga dapat menyadari kebutuhan tubuh, dan mendapatkan manfaat baik dari camilan untuk membahagiakan diri,” ujar Khrisma melalui keterangan virtualnya belum lama ini.

Sementara itu, Psikolog & Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi Saskhya Aulia Prima menjelaskan, kebutuhan akan ngemil banyak muncul untuk meredam stres dan mencari kenyamanan yang dibutuhkan ketika jeda atau menyelesaikan pekerjaan, terutama bagi milenial dan Gen Z. 

"Hal tersebut sangatlah mungkin, karena secara biologis perilaku makan atau ngemil dapat menyalakan reward system di otak yang menghasilkan hormon bahagia (dopamine),” kata Saskhya.

Saskhya menjelaskan, dengan melakukan self reward seseorang akan merasa senang, sehingga bisa memotivasi diri untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik lagi. Namun sayangnya, banyak orang yang masih belum terlalu memahami self reward itu sesuatu yang perlu, tidak egois, tidak lari dari tanggung jawab, dan sebaliknya justru akan meningkatkan kinerja, kesehatan mental, serta fisik.

“Bagi kebanyakan orang, self reward merupakan kemampuan yang perlu dilatih, sebagai penghargaan untuk diri sendiri setelah melakukan suatu hal yang menjadi tujuan atau target, sehingga menerapkan momen pengingat dan dapat menjadi salah satu cara untuk melatih keterampilan self reward," kata Saskya.

Rizky Maulana Kurniawan selaku Head of Category Plan and Activation Mondelez Indonesia mengatakan, survei “The State of Snacking” bertujuan untuk mempelajari kebiasaan konsumen dan menemukan berbagai pemahaman baru tentang peran camilan baik fungsional maupun emosional, pada konsumen di Indonesia dan 11 negara lainnya.

“Survei The State of Snacking ini merupakan bagian dari upaya Mondelez  International dalam memahami kebutuhan konsumen di seluruh dunia, termasuk di Indonesia,” ujar Rizky.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut