Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dukung Penuh Sekolah Rakyat Papua, Dody Toisuta Minta Alokasi Rp1 Triliun Tepat Sasaran
Advertisement . Scroll to see content

Jokowi: Kritik itu Penting, tapi Tidak Asbun

Rabu, 21 Maret 2018 - 22:48:00 WIB
Jokowi: Kritik itu Penting, tapi Tidak Asbun
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanosoedibjo dalam Rapat Nasional (Rapimnas) II Partai Perindo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2018). (Foto: Okezone/ Heru Haryono)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo mengajak kepada seluruh masyarakat, politisi, pengurus, dan kader partai politik (parpol) untuk sama-sama menjaga stabilitas politik menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 dan Pemilu Serentak 2019.

Karenanya, Jokowi meminta agar semua pihak menjaga sopan santun dan adab ketimuran dalam kontestasi pilkada, pileg, dan pilpres. Dia menegaskan, kritik itu penting untuk memperbaiki kebijakan yang ada tapi kritik harus sesuai data, tidak asbun (asal bunyi) dan tidak asal bicara. Kritik, kata dia, mestinya dimaksudkan untuk mencari solusi dan mencari kebijakan yang lebih baik.

Menurut dia, memasuki tahun politik, Indonesia akan menghadapi Pilkada Serentak 2018 serta Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dia mengatakan, kontestasi demokrasi harus dilakukan dalam suasana gembira karena ini merupakan pesta demokrasi. Dia meminta, jangan sampai ada rasa kekhawatiran di hadapan rakyat Indonesia.

"Perbedaan pilihan itu adalah hal yang biasa dalam demokrasi, demokrasi memang dirancang dalam menampung perbedaan pendapat dan pilihan," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato sekaligus membuka Rapimnas II Partai Perindo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Dia melanjutkan, jangan sampai perbedaan pilihan menggangu persaudaraan, persatuan, kesatuan kerukunan, sebagai sebangsa dan setanah air. Warga bangsa harus menjunjung tinggi adab ketimuran, tidak saling menghujat dan mencomooh. Kata dia, kitik juga penting untuk memperbaiki kebijakan yang ada saat ini. Sebab, belum tentu pemerintah selalu benar. Jika pemerintah salah, mesti ada yang mengingatkan dengan kritik.

"Tapi tolong dibedakan antara kritik dan mencela beda itu. Kritik dengan mencemooh beda itu. Kritik dengan fitnah, kritik dengan nyinyir apalagi, kritik dengan menjelek jelekkan itu juga beda," katanya.

Editor: Azhar Azis

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut