30.000 Perajin Tahu Tempe Setop Produksi akibat Harga Kedelai Tak Stabil

Advenia Elisabeth
30.000 perajin tahu tempe setop produksi akibat harga kedelai tak stabil. Foto: Ist

JAKARTA, iNews.id - Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) mengatakan, harga kedelai tidak stabil dalam sepekan terakhir. Hal itu menyebabkan puluhan ribu perajin tahu tempe setop produksi.

Ketua Umum Gakoptindo Aip Syarifuddin mengungkapkan, harga kedelai di tingkat importir naik hingga 1-3 kali setiap minggu. Bahkan pernah dalam satu minggu naiknya sampai lima kali lipat.

"Harga kedelai impor belakangan ini naik. Pernah waktu itu dalam sepekan (harga kedelai) naiknya sampai lima kali. Pak Dirjen, tolong harganya dibuat stabil, setidaknya minimal sekali sebulan," kata Aip dalam konferensi pers, dikutip Minggu (13/2/2022).

Dia menjelaskan, harga kedelai yang mengalami fluktuasi itu mengakibatkan perajin tahu tempe bingung untuk melanjutkan produksinya. Akibatnya sejumlah perajin memutuskan berhenti produksi.

"Sebelumnya kita punya sekitar 195.000 perajin tahu tempe skala rumahan. Tapi sekarang realitanya ada sekitar 20 persen atau 30.000 perajin berhenti produksi akibat fluktuasi harga kedelai yang tinggi," tuturnya.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Nasional
8 hari lalu

Pemerintah Jamin Harga Kedelai Terkendali demi Jaga Industri Tahu Tempe

Nasional
8 hari lalu

Bapanas Ancam Cabut Izin Distributor dan Importir yang Tak Patuhi Harga Acuan Kedelai

Nasional
9 hari lalu

Harga Kedelai Terus Naik, Bapanas Peringatkan Distributor-Importir Patuhi Harga Acuan Pemerintah

Bisnis
2 tahun lalu

Bertemu Siti Atikoh, Pedagang Tempe di Pasar Probolinggo Curhat soal Harga Kedelai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal