Anindya juga mengatakan Menko Airlangga menyebutkan hanya Rp3.600 Triliun dari total Rp20.000 triliun Pendapatan Domestik Bruto (PDB), yang dibicarakan dalam APBN.
"Bukan berarti sisanya itu tidak datang dari tempat lain, di situlah Kadin dan pengusaha-pengusaha privat serta BUMN berkiprah, dan tentunya di sana ada konsumsi domestik juga," ujar Anindya.
Anindya pun mengapresiasi penjelasan Menko Airlangga ihwal tayangan pencapaian pertumbuhan ekonomi Presiden Jokowi, memudahkan dunia usaha untuk membantu sisi pembangunan Indonesia ke depannya. Selain itu, Anindya optimistis dunia usaha melalui Kadin dapat bersinergi dalam pengembangan pertumbuhan ekonomi di masa pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto.