Anggaran Program SPHP Tembus di Atas Rp2 Triliun pada 2025

Suparjo Ramalan
Perum Bulog menyampaikan, kalkulasi anggaran untuk program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di atas Rp2 triliun pada 2025. (Foto: iNews.id/Andrian Supendi)

“Kita kan gini ya, subsidi beras itu berapa yang kita jual atau berapa yang kita salurkan untuk SPHP dan untuk bantuan pangan itu yang kita tagihkan kan,” katanya.

Berkaca pada anggaran subsidi beras tahun-tahun sebelumnya, Bulog biasanya menggunakan pinjaman perbankan untuk melakukan serapan beras baik dalam dan luar negeri. Setelah itu, hasil serapan pangan dasar ini digelontorkan ke pasar melalui program SPHP.

Nantinya, utang Bulog dicatat sebagai piutang perusahaan kepada pemerintah. Artinya, otoritas diwajibkan memberikan anggaran subsidi, berdasarkan selisih harga beras dan lain-lain, untuk kemudian melunasi pinjaman perbankan.

“Nanti kita tagihkan sesuai biaya simpan, kita biaya beli gitu ya. Karena memang hari ini kan kalau biaya beli beras itu udah di atas Rp11.000 kalau minimum,” tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
22 jam lalu

Bea Cukai Bongkar Penyelundupan Beras, Suahasil: Menodai Swasembada Pangan

23 jam lalu

Bea Cukai Bongkar Penyelundupan Beras-Garam dan Baju Bekas, Nilainya Rp27,3 Miliar

2 hari lalu

Mentan Amran Soroti Harga Beras Naik saat Stok Melimpah: Tak Ada Ruang bagi Mafia!

6 hari lalu

Terbongkar! Puluhan Merek Beras Bervitamin Diduga Palsu, Kandungan Gizi Tak Sesuai Label

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal