JAKARTA, iNews.id - PT Bio Farma menargetkan produksi kit tes Polymerase Chain Reaction (PCR) kumur Bio Saliva mencapai 500.000 hingga akhir 2021, agar dapat disalurkan ke seluruh Indonesia.
Head of Corporate Communication Bio Farma, Iwan Setiawan, mengatakan sebelumnya perseroan menargetkan produksi alternatif tes PCR itu mencapai 50.000 kit setiap bulannya, dengan penyaluran yang masih terpusat di wilayah Jakarta dan Bandung.
Namun untuk memenuhi kebutuhan alat tes PCR yang dapat disalurkan ke seluruh Indonesia, Bio Farma meningkatkan target produksi. Per Agustus 2021, total 70.000 kit Bio Saliva telah diproduksi bekerjasama dengan perusahaan bioteknologi Nusantics.
"Sampai dengan Agustus 2021 sudah produksi Bio Saliva sekitar 70.000 kit, namun penyalurannya masih di wilayah Jakarta dan Bandung. Makanya kita tingkatkan jadi 500.000 sampai akhir tahun," tutur Iwan, sembari menambahkan bahwa akan menyalurkan alat ini ke seluruh Indonesia.
Sebagai alat diagnosis Covid-19 dengan metode kumur, Bio Saliva telah mendapatkan izin edar resmi Kementerian Kesehatan pada 1 April 2021. Harga Bio Saliva dipatok sebesar Rp50.000, dengan pelayanan uji PCR menjadi Rp495.000.