Bakal Disalurkan ke Seluruh Indonesia, Bio Farma Targetkan Produksi Tes PCR Kumur Bio Saliva Capai 500.000

Dinar Fitra Maghiszha
Alat tes PCR kumur, Bio Saliva, produksi PT Bio Farma. (Foto: Istimewa)

Iwan menjelaskan, metode kumur melalui Bio Saliva dapat membaca partikel virus dengan menggunakan sampel gargled saliva, dengan sensitivitas sebesar 95 persen untuk mendeteksi virus.

Cara ini diharapkan dapat memberikan alternatif alat tes virus corona selain tes antigen atau PCR konvensional yang dilakukan dengan mencolok hidung dan tenggorokan pasien.

"Alat tes RT Polymerase Chain Reaction (PCR) tersebut memiliki sensitivitas hingga 95 persen, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif selain menggunakan PCR Kit. Alat ini pun sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 1 April 2021 dengan nomor Kemenkes RI AKD 10302120673," dalam laporan resmi Kemenkes, dikutip pada Senin (6/9)

Produk Bio Saliva merupakan pengembangan dari produk yang mBioCov19 dari Nusantics. Jika digunakan bersamaan dengan alat PCR BioCov-19, diklaim mampu mendeteksi mutasi virus corona baik varian Alpha (B 117), Beta (B 1.351), Gamma (P.1), Delta (B 1.617.2), Kappa (B 1.617.1), Eta (B 1.525), Iota (B.1526), Varian Indonesia (B 1.466.2), Epsilon (B 1.427/29), dan Lambda (C.37).

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Bisnis
1 tahun lalu

Bio Farma Raih Kontrak Ekspor Vaksin Senilai Rp1,4 Triliun ke Brasil

Health
1 tahun lalu

Dharma Pongrekun Sebut Tes PCR Tidak untuk Covid-19 tapi Asidosis, Cek Faktanya di Sini

Bisnis
2 tahun lalu

Novo Nordisk Gandeng Bio Farma untuk Produksi Obat Diabetes di RI

Internasional
2 tahun lalu

Perusahaan Denmark dan Bio Farma Teken Kesepakatan Produksi Insulin, Lawan Diabetes di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal