Bank Dunia Peringatkan Bencana Manusia dari Krisis Pangan Imbas Perang Rusia-Ukraina

Dinar Fitra Maghiszha
Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan, Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan, dunia menghadapi bencana manusia dari krisis pangan akibat perang Rusia-Ukraina.. Foto: Reuters

Sementara itu, Malpass juga melarang negara-negara untuk menyubsidi produksi atau membatasi harga. Sebaliknya, kata dia, fokusnya harus pada peningkatan pasokan pupuk dan makanan di seluruh dunia, di samping bantuan yang ditargetkan untuk orang-orang yang paling miskin.

Dia juga memperingatkan tentang krisis dalam krisis, yang timbul dari ketidakmampuan negara-negara berkembang untuk membayar utang pandemi yang besar, di tengah kenaikan harga pangan dan energi.

"Ini adalah prospek yang sangat nyata. Ini terjadi di beberapa negara, kita tidak tahu sejauh mana. Sebanyak 60 persen negara termiskin saat ini berada dalam kesulitan utang atau berisiko tinggi terjerat utang," tuturnya.

"Kita harus khawatir dengan krisis utang, hal terbaik yang harus dilakukan adalah mulai lebih awal untuk bertindak lebih awal menemukan cara untuk mengurangi beban utang bagi negara-negara yang memiliki utang yang tidak berkelanjutan, semakin lama Anda menunda, semakin buruk," imbuhnya.

Pengakuan Malpass soal harus mengkhawatirkan krisis utang negara berkembang sangat signifikan. Pasalnya, kombinasi utang pandemi besar-besaran dengan kenaikan suku bunga, dan kenaikan harga benar-benar sangat berbahaya.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

Prabowo Bangga RI Capai Swasembada Pangan: Kita Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Nasional
2 bulan lalu

Purbaya soal Bank Dunia Wanti-Wanti Defisit RI hingga 2027: Suka-Suka Dia

Nasional
2 bulan lalu

Bank Dunia Proyeksi RI Defisit hingga 2027, Purbaya: Selama Ini Sering Meleset

Nasional
2 bulan lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp16.723 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal