China Habiskan Rp5.285 Triliun untuk Bangun Industri Kendaraan Listrik

Aditya Pratama
China telah menghabiskan 230,8 miliar dolar AS atau setara Rp5.285 triliun selama lebih dari satu dekade untuk mengembangkan industri kendaraan listrik. (Foto: Reuters)

Industri kendaraan listrik pada tahun lalu menghadapi perang harga yang intens, dimana perusahaan mobil memangkas harga atau meluncurkan lini produk dengan harga lebih rendah.

Pemerintah AS telah meningkatkan upayanya untuk mendukung mobil listrik. Undang-Undang (UU) Pengurangan Inflasi, yang ditandatangani menjadi UU pada Agustus 2022, mengalokasikan 370 miliar dolar AS untuk mempromosikan teknologi ramah lingkungan.

UU tersebut memberikan kredit sebesar 7.500 dolar AS untuk pembelian mobil listrik yang memenuhi syarat. Hal ini berbeda dengan rata-rata dukungan China untuk setiap pembelian mobil listrik sebesar 4.600 dolar AS pada tahun 2023, turun dari 13.860 dolar AS pada tahun 2018.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
8 jam lalu

Baru 2 Pekan, Wuling Ungkap Aira ev Bukukan Lebih dari 3.500 SPK

10 jam lalu

Pesawat Komersial Pertama Buatan China C919 Terbang Internasional Perdana

17 jam lalu

Bak Film Armageddon, Ilmuwan China Ingin Ledakkan Asteroid Gunakan Bom Nuklir

3 hari lalu

Badai Dolphin Ngamuk Porak-porandakan China, 1 Juta Orang Lebih Dievakuasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal