Ekonom Bongkar Kelemahan Sistem DTSEN yang Bikin Data Desil Keliru hingga Bansos Dicabut

Rohman Wibowo
Ilustrasi bansos mulai dicabut akibat kesalahan desil dari data DTSEN. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Pencabutan bantuan sosial (bansos) akibat keluarga miskin masuk dalam desil ekonomi lebih tinggi tengah menjadi perhatian. Center of Reform on Economics (CORE) menilai persoalan tersebut berkaitan dengan kelemahan model pendataan yang digunakan pemerintah.

Ekonom dan Peneliti CORE, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan persoalan data penerima bansos tidak cukup dilihat sebagai masalah pembaruan administrasi. Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mengintegrasikan DTKS, P3KE, dan Regsosek menggunakan metode Proxy Means Test.

Metode tersebut pada dasarnya memperkirakan peringkat kesejahteraan relatif, bukan mengukur langsung pendapatan atau pengeluaran riil setiap rumah tangga.

“DTSEN dengan metode Proxy Means Test pada dasarnya hanya estimasi peringkat sosial ekonomi, bukan ukuran pasti kemampuan ekonomi keluarga sehingga persoalan akurasi tetap membayangi penentuan hak seseorang,” ujar Yusuf kepada iNews.id, dikutip Senin (14/9/2026).

“Indikator aset tidak bergerak secepat kondisi ekonomi, di mana rumah warisan tetap tercatat sebagai aset meski pemiliknya kehilangan pekerjaan, atau posisi desil sebuah keluarga naik hanya karena daya beli warga lain turun serentak,” sambungnya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
2 hari lalu

4,5 Juta Warga Terima Bansos Lebih dari 5 Tahun, Kemensos Waspadai Fenomena Demotivasi

2 hari lalu

BPS Buka Peluang Pakai Data Pajak untuk Akurasi Penerima Bansos

2 hari lalu

BPS-Kemensos Buka Metodologi DTSEN, Data Bansos bakal Terus Diperbarui

3 hari lalu

50 Juta Warga bakal Mengakses Portal Bansos, Kemkomdigi Uji Ketahanan Sistem

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal