Ekonom Bongkar Kelemahan Sistem DTSEN yang Bikin Data Desil Keliru hingga Bansos Dicabut

Rohman Wibowo
Ilustrasi bansos mulai dicabut akibat kesalahan desil dari data DTSEN. (Foto: Freepik)

Menurut Yusuf, persoalan akurasi pemeringkatan terlihat dari data Susenas 2025. Data tersebut mencatat tingginya angka salah sasaran sekaligus warga miskin yang tidak masuk penerima pada sejumlah program, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Risiko semakin besar karena selisih pengeluaran antardesil menengah relatif tipis. Di sisi lain, desil 10 memiliki rentang ekonomi sangat lebar hingga mencakup kelompok kelas menengah.

“Perhitungan desil Susenas 2025 membuktikan tingginya tingkat keterlewatan sasaran pada PKH, BPNT, dan PIP akibat rentang pengeluaran antardesil menengah yang terlalu tipis untuk dijadikan dasar keputusan fatal,” kata dia.

“Dampak exclusion error jauh lebih berbahaya karena memutus akses pangan dan pendidikan warga, sementara mayoritas pekerja sektor informal yang tidak memiliki slip gaji dipaksa menanggung beban pembuktian bahwa mereka benar-benar miskin,” ungkap Yusuf.

Ia juga menyoroti proses penanganan sanggah administratif yang lambat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak permanen, misalnya peserta didik dari keluarga miskin terancam putus sekolah atau tidak dapat mendaftar ke perguruan tinggi karena bantuan pendidikan sudah terlanjur dihentikan.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
2 hari lalu

Mentan Amran Ancam Pecat Pegawai Bulog jika Terlibat Oplos Beras SPHP Jadi Premium

5 hari lalu

Mensos Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar di Perlinsos Digital pada Akhir 2026

10 hari lalu

Perlinsos Digital Diluncurkan 10 November, Bansos Bakal Ditransfer Tunai ke Penerima

10 hari lalu

Prabowo bakal Luncurkan Layanan Perlinsos Digital 10 November

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal