Ekonom Ungkap Penyebab Sritex Bangkrut gegara Gempuran Barang dari China

Iqbal Dwi Purnama
Perushaan Sritex bangkrut (foto: screenshot laman Sritex)

"Di pasar global produk tekstil Indonesia juga kalah bersaing dg kompetitor seperti Vietnam, China yang memiliki daya saing tinggi, dari murahnya labor (upah pekerja) yang digunakan, juga teknologi yang digunakan," tutur dia.

International Textile Manufacturing Federation (ITMF) telah melakukan penelitian tentang total production cost TPT di beberapa negara produsen dan eksportir TPT pada tahun 2021.

Hasilnya, India mengungguli hampir semua negara dengan biaya produksi terendah dari sisi bahan baku dan upah. Vietnam unggul sebagai negara dengan biaya terendah untuk komponen biaya energi dan Bunga Modal. Pakistan dan Bangladesh unggul dalam hal biaya upah yang rendah.

"Sementara industri tekstil dalam negeri menghadapi biaya tinggi, tergantung bahan baku impor, juga kurangnya penggunaan modal dengan teknologi tinggi," ucap Eisha.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
5 hari lalu

Trump Disebut Tawarkan Senjata AS ke Xi Jinping, China Mau Beli?

5 hari lalu

2 Panda Raksasa Tiba di Atlanta usai Pertemuan Trump-Xi Jinping

9 hari lalu

Megah! Trump Jemput Langsung Presiden China Xi Jinping di Bandara, Disambut Pesawat Bomber

10 hari lalu

Cetak Rekor Dunia! Bocah 6 Tahun Ini Selesaikan Rubik Kubus 3x3 dalam 4 Detik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal