Eks Dirut Tak Pernah Bayangkan Merpati Airlines Dibubarkan

Suparjo Ramalan
Eks Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Soeratman. (Foto: Suparjo Ramalan/MPI)

Dia menyebut, kala itu bisnis maskapai pelat merah itu cukup berkembang, terutama mengeruk penerbangam di pasar domestik. Soeratman menilai, hingga tahun 2000-an tidak ada indikasi bangkrut apa pun. 

"Setelah itu saya tidak tahu lagi, saya selesai di Merpati tahun 1990," ucapnya.

Soeratman memulai karier di Merpati Airlines pada tahun 1964. Ketika itu, dia dipercaya menjabat sebagai Area Manager Merpati Airlines hingga tahun 1979. Setelahnya, pemegang saham menempatkan dirinya ke dalam Dewan Direksi, dan sejak tahun 1980 dia menjadi Direktur Utama hingga tahun 1989. 

Dia mengkisahkan masa-masa kejayaan Merpati Airlines dimulai ketika layanan komersial dioperasikan untuk beberapa rute di Indonesia. Layanan komersial dimulai 1964, ketika itu Merpati menerima penyerahan seluruh hak konsesi dan operasi, serta kepemilikan sejumlah pesawat bekas dari NV de Kroonduif, maskapai milik Belanda.

Pesawat hibah itu terdiri dari atas Dakota DC-3, dua Twin Otter, dan satu Beaver. Dengan armada 12 pesawat, Merpati mulai tumbuh dengan menjelajahi rute ke Papua, Sumatera, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
4 hari lalu

Drama Pembajakan Pesawat Tujuan Israel, Saudi Larang Pesawat Militer Zionis Masuki Wilayahnya

4 hari lalu

Pilot-Kopilot Baku Hantam Diduga Pembajakan, Pesawat Rute Dubai-Tel Aviv Mendarat Darurat di Saudi

11 hari lalu

Kebal Diembargo AS, Maskapai Iran Tetap Layani Penerbangan Internasional

13 hari lalu

AS Embargo Penerbangan, Larang Bandara Seluruh Dunia Terima Pesawat Maskapai Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal