Evergrande akan menawarkan paket aset kreditur luar negeri, termasuk saham di 2 unit yang terdaftar di luar negeri sebagai pemanis restrukturisasi utang. (foto: Reuters)
Aditya Pratama

HONG KONG, iNews.id - China Evergrande Group akan menawarkan paket aset kreditur luar negeri, termasuk saham di dua unit yang terdaftar di luar negeri sebagai pemanis dalam upaya restrukturisasi utang. Hal ini karena krisis likuiditas yang menyesakkan di sektor properti terus berlanjut.

Mengutip Reuters, Sabtu (30/7/2022), dua unit yang terdaftar adalah Evergrande Property Services Group Ltd dan produsen kendaraan listrik China Evergrande New Energy Vehicle Group Ltd dalam pembaruan proposal restrukturisasi awal. 

Proposal restrukturisasi Evergrande muncul saat sektor properti China, yang merupakan pilar utama ekonomi terbesar kedua di dunia bergerak dari satu krisis ke krisis lainnya. Sektor ini telah melihat serangkaian default utang oleh pengembang. 

Dengan kewajiban lebih dari 300 miliar dolar AS, Evergrande berada di pusat krisis dan rencana restrukturisasi utangnya dipandang sebagai template yang memungkinkan untuk yang lain.

Menurut salah satu sumber, Evergrande bertujuan untuk menyelesaikan pekerjaan uji tuntas kelompok bulan depan sebelum memulai negosiasi dengan kreditur dengan persyaratan tertentu.

Tujuan pengembang untuk menyajikan pada November rencana restrukturisasi dengan rincian lebih lanjut dan yang akan mendapat persetujuan kreditur utama. 

Pada hari Jumat, Evergrande mengatakan dalam pembaruan restrukturisasi bahwa proses uji tuntas terus berlanjut, mengingat ukuran dan kompleksitas grup serta dinamika yang dialami grup.

Diharapkan pekerjaan uji tuntas pada grup akan selesai dalam waktu dekat, dan bertujuan untuk mengumumkan rencana khusus pada tahun 2022.

Beberapa pemegang obligasi tidak terkesan dengan pembaruan pada hari Jumat.

"Ini mengecewakan tapi seperti yang diharapkan, tidak ada yang bisa mereka tawarkan karena kita semua tahu perusahaan itu sekarang seperti zombie," ujar salah satu pemegang obligasi Evergrande dikutip, Sabtu (30/7/2022). 

Seluruh utang luar negeri senilai 22,7 miliar dolar AS dari pengembang properti yang paling berhutang di dunia termasuk pinjaman dan obligasi swasta dianggap gagal bayar setelah kehilangan kewajiban pembayaran akhir tahun lalu.

Pengembang memulai pembicaraan dengan kreditur luar negeri tentang proposal restrukturisasi awal tahun ini, setelah penasihat untuk sekelompok pemegang obligasi luar negeri menuntut lebih banyak transparansi dari pengembang.


Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT