Li Ka-shing dikenal sebagai orang terkaya di Hong Kong. Dibalik kesuksesannya, konglomerat asal China ini ternyata pernah jadi salesman dan berjualan plastik. (Foto: Reuters)
Ikhsan Permana SP

JAKARTA, iNews.id - Li Ka-shing dikenal sebagai orang terkaya di Hong Kong. Dibalik kesuksesannya, konglomerat asal China ini ternyata pernah bekerja sebagai salesman dan berjualan plastik.

Menurut data Forbes, kekayaan Li mencapai 35,9 miliar dolar AS atau setara Rp537,30 triliun. Li pensiun sebagai ketua CK Hutchison Holdings dan CK Asset Holdings pada Mei 2018 dan sampai saat ini tetap menjadi penasihat senior.

Dikutip dari berbagai sumber, Li lahir dalam keluarga miskin yang melarikan diri dari daratan China ke Hong Kong pada tahun 1940 setelah invasi Jepang. 

Tanpa banyak mengenyam pendidikan formal, Li memulai kariernya di Hong Kong. Dia mulai bekerja di perusahaan tali jam tangan plastik milik pamannya ketika dia baru berusia 12 tahun untuk menghidupi keluarganya. Pada usia 14 tahun, dia memiliki pekerjaan penuh waktu di sebuah perusahaan perdagangan plastik. 

Kemudian, dia meninggalkan pekerjaannya pada usia 22 tahun untuk memulai perusahaannya sendiri yang memproduksi mainan plastik. Dia memberi nama Perusahaan Cheung Kong yang kemudian terjun ke dalam pembuatan bunga plastik.

Seiring berjalannya waktu, bisnis Li berkembang pesat sepanjang tahun 1950-an, ketika Cheung Kong mulai membuat bunga buatan dan mengekspornya ke Amerika Serikat. 

Ketika perusahaan itu semakin berkembang, Li mulai memperoleh properti pada akhir 1970-an membuatnya menjadi pengembang swasta terkemuka di Hong Kong.

Kemudian pada tahun 1979, Li menjadi pengusaha China pertama yang membeli salah satu perusahaan perdagangan lokal besar milik Inggris. Dia membeli saham pengendali di Hutchison Whampoa.

Di bawah kepemimpinannya, Hutchison muncul sebagai operator pelabuhan independen terbesar di dunia. Perusahaan juga membeli Husky Oil di Kanada dan mendirikan operasi telepon seluler di Australia, Eropa, dan Amerika Serikat. Di antara usaha Li lainnya adalah layanan Internet, Tom.com yang terbukti sangat populer di China.

Pada tahun 1986, kerajaan bisnis Li diperluas ke Kanada dengan sahamnya di Husky Energy dan akhirnya ia mengakuisisi sepenuhnya perusahaan tersebut. Demikian pula, Canadian Imperial Bank of Commerce yang juga diakuisisi oleh Cheung Kong. Lalu, pada 1990-an, Li terjun ke Inggris melalui jaringan telepon seluler Orange.

Tidak berakhir sampai di situ, Li melihat potensi pertumbuhan yang sangat besar dari industri teknologi yang baru lahir. Dia kemudian mendirikan Horizons Venture pada tahun 2006. Bisnis itu menjadi taruhan besar pertamanya di bidang teknologi pada tahun 2007 dengan menginvestasikan sekitar 60 juta dolar AS di Facebook.



Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT