Fokus Bisnis Hijau, TBS Energi Akuisisi Perusahaan Pengolahan Limbah

Suparjo Ramalan
TBS Energi Utama melakukan akuisisi perusahaan pengelolaan limbah, ARAH, seiring dengan strategi perusahaan untuk menjadi pemain utama di bidang bisnis hijau. (Foto: Istimewa)

Menurutnya, inisiatif itu bukan hanya merepresentasikan upaya perusahaan untuk melebarkan sayap bisnis di sektor bisnis ramah lingkungan, tetapi juga sejalan dengan tujuan TBS untuk mencapai komitmen ‘Towards a Better Society 2030’ (TBS2030). 

Lebih lanjut, akuisisi ini juga memantapkan posisi TBS sebagai pelopor dalam industri pengolahan limbah terintegrasi di skala regional, khususnya di wilayah Asia Tenggara.

“Dengan memperluas bisnis kami dalam pengelolaan limbah medis, limbah B3, limbah domestik, dan limbah elektronik melalui SBT, kami bertujuan memberikan kontribusi substansial terhadap efisiensi operasional, stabilitas keuangan, dan keberlanjutan jangka panjang Perseroan,” ucap Nafi.

Menyusul perluasan ini, SBT akan menargetkan pengelolaan limbah yang efektif dan terintegrasi. Dia memastikan perpindahan fokus ke bisnis hijau ini mencerminkan bukan hanya sebuah keharusan, tetapi sebuah kesempatan strategis.

“Melalui integrasi ARAH ke dalam operasi kami, langkah ini merupakan investasi strategis untuk masa depan yang berkelanjutan, di mana kami tidak hanya memperkuat pertumbuhan TBS, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan di masyarakat dan lingkungan,” tuturnya.

Dibentuk pada 2008 lalu, ARAH pertama kali didirikan sebagai perusahaan pengangkut limbah medis yang beroperasi di wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek. Seiring berjalannya waktu, ARAH berhasil melakukan diversifikasi jasa yang ditawarkannya.

Saat ini, ARAH menyediakan layanan untuk pengelolaan berbagai jenis limbah, yakni limbah medis, limbah komersial dan limbah elektronik.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
21 jam lalu

Danantara Ungkap 52 Persen BUMN Masih Rugi, Hanya 15 Perusahaan Beri Dividen

1 hari lalu

Deretan Miliarder Baru Lahir dari IPO Tahun Ini, Siapa Saja?

7 hari lalu

Hong Kong Masih Jadi Pusat Miliarder Asia, Total Kekayaan Tembus Rp5.737 Triliun

11 hari lalu

Menaker Ungkap Banyak WNA Duduki Jabatan di Perusahaan RI, Apa Penyebabnya?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal