Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bungkus Rokok Diseragamkan Dinilai Tak Akan Efektif, Pengamat Usul Perokok Tak Ditanggung BPJS
Advertisement . Scroll to see content

Napas Ngos-ngosan saat Naik Tangga, Dokter Peringatkan Perokok Tanda Kerusakan Paru-Paru

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:52:00 WIB
Napas Ngos-ngosan saat Naik Tangga, Dokter Peringatkan Perokok Tanda Kerusakan Paru-Paru
Bagi perokok, napas ngos-ngosan saat aktivitas bisa menjadi alarm awal kerusakan paru-paru yang berlangsung perlahan tanpa disadari. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Rasa lelah atau napas terengah-engah setelah melakukan aktivitas fisik ringan, seperti naik tangga atau berjalan cepat, kerap dianggap sebagai tanda tubuh kurang fit. Namun, bagi perokok, kondisi tersebut bisa menjadi alarm awal kerusakan paru-paru yang berlangsung perlahan tanpa disadari.

Dokter Spesialis Paru sekaligus Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof Erlina Burhan, menjelaskan asap rokok dapat merusak saluran pernapasan secara bertahap. Kerusakan tersebut bahkan bisa terjadi sebelum seseorang menyadari adanya gangguan pada paru-parunya.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Prof. Erlina memaparkan mekanisme biologis bagaimana asap rokok memengaruhi organ pernapasan.

“Semuanya berawal dari silia, rambut halus di saluran napas yang bertugas menyapu keluar lendir dan kotoran. Asap rokok melumpuhkan silia ini, lendir pun menumpuk dan memicu peradangan, dan di titik inilah batuk mulai lebih sering muncul,” ujar Prof. Erlina, dikutip Sabtu (15/8/2026).

Kerusakan akibat asap rokok tidak berhenti pada saluran pernapasan. Racun yang terkandung dalam asap rokok juga dapat mencapai alveoli, yakni kantung udara kecil di paru-paru yang berperan dalam pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut