Hati-hati! Penurunan Muka Tanah di Jateng Ternyata Lebih Parah dari Jakarta

Iqbal Dwi Purnama
ilustrasi permukaan tanah di Jateng turun lebih parah daripada di Jakarta (Foto: Freepik)

"Saya kira ada pertimbangan, salah satunya itu ada penurunan muka tanah juga di Jawa Tengah, bahkan di sana lebih tinggi (dari Jakarta), ada yang sampai 14 cm per tahun, itu di daerah Semarang dan Demak," tutur Bob.

Meski begitu, Bob mengaku belum ada komunikasi yang dibangun dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mencanangkan pembangunan Giant Sea Wall Jakarta - Gresik tersebut. Namun akan cukup baik jika dibangun untuk menahan dan mengantisipasi banjir rob yang terjadi di pesisir jawa. 

"Kalau rencana Pembangunan Giant Sea Wall Jakarta - Gresik itu belum ada (pembahasan), belum sampai saya itu (wacana pembangunan)," kata Bob.

Selain untuk penahan banjir, Bob menjelaskan manfaat pembangunan Giant Sea Wall untuk penyediaan lahan baru yang digunakan yang lainnya. Misalnya, lahan di atas laut, bisa digunakan sebagai konstruksi jalan, kemudian juga bisa menjadi pulau reklamasi untuk dimanfaatkan berbagai macam kegiatan usaha.

"Selain penguasaan jalan, daerah yang di belakang tanggul kan bisa untuk land development, bisa dimanfaatkan lainnya, permukiman, industri, dan lainnya, itu sudah ada dalam desain biasanya," ucap Bob.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Buletin
3 hari lalu

Dramatis! Momen Pohon Randu Alas Berusia 250 Tahun di Magelang Ditebang

Megapolitan
16 hari lalu

Pramono Sebut Proyek Giant Sea Wall Jakarta Dimulai September 2026

Nasional
18 hari lalu

BNPB Kerahkan 3 Pesawat untuk Modifikasi Cuaca di Jateng, Atasi Banjir

Nasional
25 hari lalu

Kaesang PSI Sesumbar Jateng Kandang Gajah, Ini Respons PDIP

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal