Indonesia Kembangkan Bisnis Penyimpanan Karbon Dunia

Heri Purnomo
Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji. (Foto: MPI/Heri Purnomo)

Meski begitu, Tutuka menyampaikan rencana impor CO2 untuk diinjeksikan ke dalam reservoar tak akan mengesampingkan prioritas kebutuhan industri dalam negeri pada kepentingan yang sama.

"Kita tetap prioritaskan kebutuhan dalam negeri dulu untuk menyimpan CO2, kita juga paham tampaknya storage capacity kita cukup besar," ungkap Tutuka.

Sementara itu, Eksekutif Direktur ICCSC Belladonna Troxylon Maulianda mengatakan bahwa investor saat ini mulai memperhitungkan fasilitas CCS ketika akan menanamkan modalnya di suatu negara. Hal tersebut lantaran tidak semua negara mempunyai tempat penyimpanan CO2.

“Kalau kita bisa (terapkan) CCS di Indonesia maka investor akan investasi, tapi kalau tidak bisa mereka tidak akan investasi. Ini ada di depan mata billion dolar investment, jadi merka lihatnya itu (emisi) bisa di CCS-kan atau tidak,” tutur Tutuka.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
4 hari lalu

Bahlil Siapkan Aturan Baru Pembelian BBM Subsidi, Antrean di SPBU Jadi Sorotan

25 hari lalu

Bukan Cuma Pertalite, Pemerintah Juga Bakal Perketat Pengguna LPG 3 Kg

25 hari lalu

Bahlil Targetkan Pembangunan PLTS 100 GW Dikerjakan Bertahap dalam 3 Tahun

30 hari lalu

PLN Garap Panas Bumi Jadi Listrik 45 MW di Lampung-Sulut, Gandeng Pertamina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal