Indonesia Kembangkan Bisnis Penyimpanan Karbon Dunia

Heri Purnomo
Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji. (Foto: MPI/Heri Purnomo)

Meski begitu, Tutuka menyampaikan rencana impor CO2 untuk diinjeksikan ke dalam reservoar tak akan mengesampingkan prioritas kebutuhan industri dalam negeri pada kepentingan yang sama.

"Kita tetap prioritaskan kebutuhan dalam negeri dulu untuk menyimpan CO2, kita juga paham tampaknya storage capacity kita cukup besar," ungkap Tutuka.

Sementara itu, Eksekutif Direktur ICCSC Belladonna Troxylon Maulianda mengatakan bahwa investor saat ini mulai memperhitungkan fasilitas CCS ketika akan menanamkan modalnya di suatu negara. Hal tersebut lantaran tidak semua negara mempunyai tempat penyimpanan CO2.

“Kalau kita bisa (terapkan) CCS di Indonesia maka investor akan investasi, tapi kalau tidak bisa mereka tidak akan investasi. Ini ada di depan mata billion dolar investment, jadi merka lihatnya itu (emisi) bisa di CCS-kan atau tidak,” tutur Tutuka.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

ESDM Bicara Peluang Harga BBM Nonsubsidi Turun, Pastikan Ikuti Tren Minyak Dunia

57 tahun lalu

Bahlil bakal Hidupkan Lagi Program Kompor Listrik, Siapkan Anggaran Rp815,56 Miliar

57 tahun lalu

Hoaks! Jubir Kementerian ESDM Bantah Isu Masyarakat Diminta Pakai Solar saat Harga Pertamax Naik

57 tahun lalu

Pemadaman Lampu 1 Jam di Jakarta Pangkas Emisi Karbon 60,14 Ton

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal