Jaringan 5G di AS Ganggu Sistem Penerbangan, Alvin Lie: Sistem Frekuensi Indonesia Berbeda

azhfar muhammad
Pengamat penerbangan, Alvin Lie. (Foto: Okezone)

“FAA sudah melakukan clereance pesawat sudah bisa dioperasionalkan normal sebanyak 72 persen. Itu sebenernya ya salah amerika nya  memberikan frekuensi nya beda. Di negara lain, Indonesia dan eropa gak ada masalah ko,” ujar Alvin. 

Dengan demikian, Alvin menyimpulkan  untuk frekuensi layanan 5G di negara Indonesia tidak berdampak pada sistem flight radar maskapai di Indonesia. 

“Di indoneisa Sudah di alokasian frekuensinya,  sistem 5Gnya aja belum diperluas tapi sebenarnya sama kaya yang lain. Ya indonesia cukup jauh dengan frekuensi radar, beda frekuensi dan tak ada masalah,  karena yang bermasalah hanya amerika,” pungkasnya. 

Sementara itu, Menteri kominfo Jhony G Plateu telah memaskikan  bahwa  Sinyal 5G di Indonesia Tidak akan menggangu  Penerbangan maskapai. 

“Case yang terjadi di Amerika Serikat konteksnya adalah untuk jaringan 5G yang bekerja pada pita frekuensi 3,7 GHz atau 3700 tepatnya pada rentang 3,7 sampai 3,98 GHz sistem yang dikhawatirkan terganggu adalah sistem radio altimeter yang bekerja pada frekuensi 4,2 sampai 4,4 GHz," tutur Menkominfo.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
12 hari lalu

Bandara Wunopito Ditutup hingga 10 September Imbas Abu Vulkanik Gunung Lewotolok

13 hari lalu

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menurun, BMKG Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca

14 hari lalu

Kemenhub Siapkan 10 Bandara Beroperasi 24 Jam untuk Percepat Pemulihan Penerbangan

14 hari lalu

Daftar 6 Bandara Alternatif imbas Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Ada Juanda-Kertajati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal