Rencananya Jasa Marga memang tidak mengikuti keseluruhan lelang, tapi cukup dijadikan pemegang mayoritas supaya bisa menjadi operator. "Boleh 54% atau 55%, nanti liat kemampuannya," ujarnya.
Jika mayoritas tol Trans Jawa dimiliki maka BUMN bisa membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk berjualan, misalnya dengan membuka rest area di Trans Jawa. "Kalau swasta kan jadi seperti sekarang UKM disuruh bayar lima tahun, kan UKM mana punya uang," tuturnya.
Selain PT Pembangunan Perumahan ia mengatakan belum mendapat rekomendasi lain. Ia berharap pemerintah segera menyiapkan lahanya supaya BUMN bisa membelikan dulu sebelum kemudian dialihkan ke Jasa Marga. Ditargetkan semuanya bisa selesai pada tahun ini.
Sekadar informasi, lewat anak usaha Waskita Karya, Waskita Toll Road menawarkan divestasi atas 10 ruas jalan tol yang dimiliki perseroan. 10 ruas jalan tol tersebut terdiri dari tujuh ruas tol Trans Jawa meliputi, tol Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Solo-Mantingan-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Pasuruan-Probolinggo.