JAKARTA, iNews.id - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) Tbk telah mendapatkan bantuan dari 10 badan usaha milik negara (BUMN) untuk merestrukturisasi bisnisnya. Pasalnya, pada 2014 Merpati sempat bangkrut karena terlilit utang.
Direktur Utama Merpati Airlines Asep Ekanugraha mengatakan, empat tahun lalu upaya untuk merestrukturisasi maskapai datang dari pemegang saham. Sejak saat itu, Merpati harus mengalami masa yang pelik untuk bisa kembali beroperasi.
"Empat tahun lalu di bulan yang sama, Oktober 2015 ada surat dari pemegang saham untuk merekturisasi Merpati. Cukup panjang memang," ujarnya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/10/2019).
Akhirnya, Merpati berupaya membenahi perusahaan dengan mengikuti tiga rekomendasi dari PT Perusahaan Pengelola Aset, yaitu mendirikan anak perusahaan, menyelesaikan karyawan, dan merestrukturisasi utang.
Pada 27 Januari 2016, lahirlah dua anak usaha Merpati yang bermain di bisnis yang berbeda, yaitu Merpati Maintenance Facility dan Merpati Training Center. Saat ini, kedua anak usaha tersebut telah memperoleh sedikit keuntungan.