Kisah Yammy Babeh, Keripik Singkong dari Desa Jajal Pasar Mancanegara (Bagian I)

Ahmad Islamy Jamil
Ade Soelistyowati (kanan) bersama sang suami, Sahroni Bachrun (kiri), dan produk kripik singkong Yammy Babeh hasil kreasi mereka. (Foto: Istimewa)

Berbeda dengan keripik singkong pada umumnya, makanan hasil kreasi Roni sebenarnya adalah inovasi dari opak singkong (salah satu makanan tradisional khas Jawa Barat). Kendati demikian, keripik olahannya tersebut memiliki bentuk yang sangat tipis, dengan tekstur lebih renyah, enak, dan nikmat. 

Pada mulanya, Elis dan Roni menawarkan keripik singkong buatan mereka kepada para tetangga, kerabat, dan keluarga. Sementara anak-anak mereka juga ikut mempromosikan makanan tersebut kepada teman-teman di sekolah maupun kawan-kawan sepermainan. Pada saat itu, kemasan Yammy Babeh masih menggunakan plastik biasa dan dijual seharga Rp3.000 per bungkus.

Respons pasarnya ternyata di luar dugaan Elis. Yammy Babeh menjadi makanan yang digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, sampai lansia. Sebab, selain sebagai camilan, keripik tersebut juga bisa dijadikan penganan pendamping pengganti kerupuk pada saat makan. (Bersambung)

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Bisnis
2 hari lalu

Transformasi Tata Kelola Pupuk Subsidi, Pacu Efisiensi Industri demi Pangan Berdaulat

Soccer
3 hari lalu

BRI Resmi Gandeng Barcelona hingga 2027, 29 Juta Fans Indonesia Jadi Kunci Kerja Sama Raksasa

Bisnis
9 hari lalu

Rayakan Pergantian Tahun, Sorak Sorai Fest 2025 Hadirkan Panggung Musik dan Perlindungan Asuransi Bersama MNC Life

Megapolitan
11 hari lalu

Pemprov DKI Borong 1,4 Ton Cabai Petani Aceh Terdampak Bencana, Distribusikan ke Pasar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal