Adapun kontribusi BUMN terhadap negara sepanjang tiga tahun atau periode 2020-2022 mencapai Rp1.198 triliun. Angka ini meningkat Rp68 triliun dari periode 2017 2019 sebesar Rp1.130 triliun. Kontribusi tersebut berasal dari dividen, pajak, bagi hasil, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
"InsyaAllah dengan sistem yang baik dan insan BUMN yang bertanggung jawab, BUMN terus memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat dan berkontribusi untuk negara, aamiin," katanya.
Di sisi lain, Erick juga mengutuk keras perusahaan pelat merah yang merugi. Pasalnya, perusahaan tersebut tidak bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Oleh karena itu, dia meminta BUMN tetap menjaga kinerja keuangan dan operasionalnya. Sebab, dengan keuntungan yang diperoleh BUMN, perusahaan bisa memberikan manfaat besar bagi negara.
"BUMN harus tetap sehat ya, kalau gak sehat, kalau gak kaya gak bisa nyumbang, BUMN harus untung supaya keuntungannya diberikan kepada pemerintah untuk program pro rakyat," tuturnya.
Erick yakin keuntungan BUMN bisa menjadi benteng utama makroekonomi nasional. Bahkan, bisa mengintervensi pasar bila terjadi gejolak harga komoditas.
"BUMN harus untung juga supaya apa? BUMN bisa menjadi benteng ekonomi nasional dan ketika ketidakpastian harga terjadi kita harus intervensi," ucapnya.