Lapindo Kembali Kelola Ladang Migas Brantas hingga 2040

Ade Miranti Karunia Sari
ilustrasi. (Foto: AFP)

Mantan Direktur Jenderal Minyak dan Gas tersebut mengatakan, pemerintah menerapkan skema bagi hasil gross split untuk WK Brantas. Pemerintah akan mendapatkan bonus tanda tangan (signature bonus) 1 juta dolar AS atau setara Rp13,4 miliar dan komitmen kerja pasti untuk lima tahun pertama sekitar 115,5 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun.

Kontrak ini berlaku efektif tanggal 23 April 2020 untuk jangka waktu kontrak selama 20 tahun dengan kontraktor Lapindo Brantas, PT Prakarsa Brantas dan PT Minarak Brantas Gas. Kontrak itu juga mewajibkan pemberian 10 persen hak partisipasi (participation interest/PI) kepada BUMD Jawa Timur.

"Selain WK Brantas membayar signature bonus 1 juta dolar AS, dia juga langsung nyetor 10 persen. Jadi 115 juta dolar AS sekitar 11 juta dolar AS langsung dibayar ke bank langsung di awal. Jadi, ini PNBP yang cukup besar buat negara," ujarnya. 

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Tegas! Bahlil Ancam Rumahkan ASN ESDM yang Hambat Investasi Energi

Nasional
4 hari lalu

Harga Minyak Mentah RI Naik Jadi 102,26 Dolar AS per Barel, Ini Pendorongnya

Nasional
7 hari lalu

Dunia Krisis Energi, Ditjen Migas ESDM Sebut BOBIBOS Bisa Jadi Solusi bagi Indonesia

Nasional
12 hari lalu

Cerita Bahlil soal Cadangan LPG Sempat Masuk Fase Kritis: Sekarang Bisa Tidur Nyenyak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal