Sementara untuk produksi gas bumi, pemerintah mencatat realisasi hingga Maret 2024 lalu sebesar 885.460 barel setara minyak per hari (BOEPD) atau sekitar 85,7 persen dari target 1,03 juta BOEPD tahun ini.
Apabila memenuhi target, lifting gas Indonesia pada tahun ini bakal meningkat dibandingkan realisasi tahun 2023 lalu yang hanya sebesar 960.000 BOEPD.
Kemudian untuk tahun 2025, Kementerian ESDM menargetkan lifting gas di level 1,036 juta BOEPD atau sedikit meningkat dibanding target tahun ini 1,033 juta BOEPD. Meski begitu, realisasi tahun ini ia prognosakan hanya berada di level 995 BOEPD, atau di bawah target APBN, seperti halnya prognosa lifting minyak.
"Lifting migas itu 596.000 BOPD (minyak) dan 995 BOEPD (gas) atau di bawah target APBN 2024," katanya.
Lebih lanjut Dadan menuturkan, pihaknya memiliki strategi utama untuk mengupayakan lifting migas di level terbaik. Salah satunya, ialah improving existing asset value melalui peningkatan pengeboran sumur pengembangan, workover, well services, hingga reaktivasi sumur-sumur idle.