Luhut soal Impor KRL Bekas dari Jepang: Belum Final, Biar Diselesaikan BPKP

Heri Purnomo
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa keputusan impor KRL bekas dari Jepang belum final dan saat ini masih ditinjau oleh BPKP. (Foto: Dok. MPI)

Dia mengatakan, akan mengambil keputusan sesuai dengan hasil laporan BPKP terkait boleh atau tidaknya impor KRL bekas dari Jepang. "Jadi kalau data mengatakan begitu ya begitu," tuturnya.

Rencana impor KRL bekas dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penumpang KRL yang semakin meningkat. Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter, Asdo Artriviyanto menjelaskan bahwa impor KRL bekas merupakan salah satu opsi paling cepat. 

Asdo menyebut, kebutuhan impor KRL ditujukan untuk mengangkut penumpang KRL pada tahun ini dan tahun 2024 sembari menunggu pembelian 16 trainset dari PT INKA (Persero) yang baru bisa beroperasi pada 2025-2026.

Adapun. rata-rata penumpang KRL berkisar di angka 900.000 orang per hari. Angka ini akan terus meningkat seiring dengan perbaikan prasarana yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. 

"Untuk memenuhi kapasitas angkut di tahun ini, yang paling cepat adalah impor KRL tersebut sambil menunggu kereta yang kita buat (dari PT INKA)," ucap Asdo di iNews Tower, Jakarta, Kamis (8/6/2023).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Luhut Datangi Kantor Airlangga, Bahas Apa?

Nasional
6 hari lalu

Polisi Tetapkan 2 Eks Pegawai Kementan Tersangka Korupsi Perjalanan Dinas Rp5,94 Miliar

Nasional
7 hari lalu

Penumpang Commuter Line Tembus 400 Juta Orang Sepanjang 2025, Jabodetabek Tertinggi

Megapolitan
11 hari lalu

Gangguan Teratasi, KRL Lintas Maja-Tigaraksa Sudah Bisa Dilalui 2 Jalur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal