Masyarakat Dinilai Tak Siap Harga BBM Naik, RI Berpotensi Terancam Stagflasi

Michelle Natalia
Masyarakat dinilai tak siap harga BBM naik, RI berpotensi terancam stagflasi

Apalagi, bantalan sosial yang digelontorkan sebesar Rp24,17 triliun tidak akan sebanding dengan tingkat resiko yang akan ditanggung atas kebijakan kenaikan BBM. Menurutnya, pemerintah bisa menggunakan defisit anggaran yang masih ada ruang di atas 3 persen sebagaimana UU membolehkan untuk mempertahankan subsidi BBM, dan juga proyek-proyek infrastruktur yang lemah proyeksi benefitnya terhadap APBN harus dialihkan dulu untuk menangani subsidi BBM, contohnya tunda pembangunan IKN dan PMN Kereta Api Cepat.

"Ditambah lagi angka Rp24,17 triliun yang dianggarkan tersebut nyatanya tidak mencukupi bahkan BLT tersebut tidak antisipatif dengan penambahan orang miskin baru dari kelas menengah akibat kenaikan harga BBM ini," ujarnya. 

"Terkesan pemerintah tidak peduli dengan kondisi rakyatnya dan hanya peduli dengan proyek-proyek mercusuarnya, antara lain IKN dan Kereta Api Cepat. Seharusnya pemerintah mau cari cara lain seperti memperbesar defisit APBN sehingga rakyat tidak perlu menanggung resiko ekonomi berat akibat kenaikan BBM ini," imbuh Achmad. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

BPS Sebut 140,9 Juta Warga Layak Terima PBI BPJS Kesehatan, Kuota Hanya 96,8 Juta

Megapolitan
10 hari lalu

Penampakan Ribuan Orang Padati Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng

Nasional
12 hari lalu

Pemerintah Godok Skema Redam Lonjakan Harga Komoditas Global, Termasuk Plastik

Internasional
17 hari lalu

Harga BBM di AS Meroket, Perusahaan Otomotif Menjerit Minta Pajak Bensin Dihapus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal