Mitratel Berencana Lepas Saham Protelindo, Dirut: Semua Peluang Pasti Dijajaki

Anggie Ariesta
Jajaran Komisaris dan Direksi Mitratel saat IPO . (foto: Okezone.com/Mitratel)

Pada kuartal pertama 2022, Mitratel telah membangun 371 menara baru B2S sehingga jumlah aset menara per akhir Maret 2022 adalah sebanyak 28.577 unit. Sementara itu, jumlah backlog saat ini mencapai 662 menara.

Dari segi new tenant, Mitratel mencatatkan penyewaan baru sebanyak 507 penyewaan pada kuartal pertama 2022 sehingga jumlah totalnya mencapai 43.101 penyewaan.

Terkait dengan laba Mitratel yang naik 24% di akhir kuartal I 2022, Theodorus sudah merencanakan bahwa sampai akhir tahun akan tumbuh double digit baik untuk revenue dan profitabilitinya.

"Jadi kita ada empat strategi yang kita lakukan, tentu satu strategi kita adalah agresif untuk melakukan pembangunan tower sesuai kebutuhan mobile operator, kita fokus strategi anorganik mengakuisisi tower, ketiga tentu kami selalu mengembangan portfolio bisnis baru, terakhir itu kita memperbaiki kinerja fundamental untuk pembenahan internal," kata Theodorus.

Harapannya, untuk tower ditargetkan menyumbang 90 persen dari seluruh revenue di 2022 ini. Adapun untuk fiber optik diyakini mulai punya kontribusi yang signifikan mulai 2023.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Keuangan
6 hari lalu

481 Saham Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melesat ke 7.106 Jelang Libur Panjang

Keuangan
7 hari lalu

296 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Dibuka Terkoreksi

Keuangan
11 hari lalu

483 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke 7.362

Keuangan
12 hari lalu

383 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke 7.389

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal