Neraca Dagang RI-Australia Defisit 3,1 Miliar Dolar AS, Ini Penjelasan Mendag

Anggie Ariesta
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Neraca dagang Indonesia dengan Australia mengalami defisit sebesar 3,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp44,338 triliun pada periode Januari hingga Juli 2021. 

Menteri Perdagangan (mendag), Muhammad Luthfi, mengatakan salah satu alasannya adalah impor Indonesia dari Australia yang menjadi suatu kebutuhan bagi industri.

"Impor kita dari Australia penting bagi industri Indonesia, ini bagian dari bahan baku yang bisa mengembangkan industri kita," kata Mendag Luthfi, saat menggelar konferensi pers bersama Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Dan Tehan secara virtual, Rabu (29/9/2021).

Dia menjelaskan, beberapa impor Indonesia dari Australia antara lain sapi, daging, dan batu bara. Impor tersebut diyakini akan memberikan nilai tambah bagi produk Indonesia.

Mendag Luthfi mengungkapkan, bahwa keuntungan skema Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) tidak hanya terkait pada perdagangan barang dan jasa. Tetapi adanya pandemi Covid-19, perjanjian dagang IA-CEPA yang telah berlaku sejak Juli 2020 lalu membuat kedua negara ikut tertekan.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
14 jam lalu

Mendag Ungkap Penyebab Harga Cabai Rawit Merah Masih Mahal usai Lebaran

Nasional
1 hari lalu

Zulhas Temukan Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp100.000 di Pasar Minggu 

Internasional
9 hari lalu

PM Australia Albanese Diusir Jemaah saat Hadiri Salat Idul Fitri di Masjid Sydney

Nasional
9 hari lalu

Prabowo Heran RI Punya Kopi hingga Cokelat Terbaik, tapi Masih Impor Produk Jadi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal