New Development Bank Milik BRICS Terguncang Imbas Sanksi Barat Terhadap Rusia

Aditya Pratama
New Development Bank (NDB) yang didirikan negara-negara anggota BRICS terguncang imbas sanski barat yang diterima Rusia salah satu pemegang saham. (Foto: Reuters)

Didirikan pada tahun 2015 sebagai proyek keuangan unggulan dari blok tersebut, ambisi NDB untuk melayani negara-negara berkembang dan de-dolarisasi keuangan telah dibatasi oleh realitas ekonomi dan invasi Rusia ke Ukraina.

"(Itu) tidak melakukan sebanyak yang diminta negara-negara anggota, tetapi itu adalah arah strategis yang kami dorong bank," ucap Godongwana.

Meningkatkan penggalangan dana mata uang lokal dan meningkatkan modal dari anggota baru dapat membantu NDB di masa-masa sulit. Hal ini dapat mengurangi ketergantungannya pada pasar modal AS, di mana sanksi terhadap Rusia telah meningkatkan biaya pinjaman.

NDB telah berkembang dari lima negara pendiri menjadi delapan dan hanya memberikan pinjaman kepada negara-negara anggota.

Chief Financial Officer NDB Leslie Maasdorp menjelaskan bahwa bank bertujuan untuk meningkatkan pinjaman mata uang lokal dari sekitar 22 persen menjadi 30 persen pada tahun 2026, namun ada batasan untuk de-dolarisasi.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
9 jam lalu

Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Dijatuhi Hukuman Mati

20 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 106 Poin ke Rp17.861 per dolar AS

1 hari lalu

Vietnam Bikin Kapal Perang Anti-Kapal Selam Canggih, Dibuat di Dalam Negeri termasuk Senjata

2 hari lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.755 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal