Sebelumnya terjadi kepanikan para nasabah Bank Mandiri lantaran sistemnya eror yang menyebabkan perubahan nominal saldo pada 1,5 juta rekening nasabah pada Sabtu (20/7). Ada yang dananya berkurang, ada juga nasabah Mandiri yang dananya bertambah.
Di Pekan Baru misalnya puluhan nasabah melakukan aksi protes ke kantor Bank Mandiri. Mereka memprotes karena saldo tabungan mereka raib. Mereka meminta pihak bank bertanggung jawab.
“Saldo istri saya hilang, tinggal 0 rupiah. Sabtu kan memang buka sampai jam Rp12.00 WIB,” kata Andika, salah satu nasabah Bank Mandiri yang ikut mengantre karena saldo hilang.
Kasus ini juga sempat menyedot perhatian di dunia maya. Namun, berselang beberapa jam, masalah tersebut teratasi. Bank Mandiri melalui Corporate Secretary Rohan Hafas telah memastikan saldo rekening nasabah pulih seperti sediakala.
Dia memastikan permasalahan sistem IT yang terjadi pada akhir pekan lalu bukan disebabkan ada pembajak an dari hacker. Namun, permasalahan tersebut dipastikan terjadi karena ada sistem eror di hardware.
“Tidak di-hack, eror di hardware, lagi kita audit,” jelas Rohan ketika dihubungi KORAN SINDO.
Rohan mengaku nasabah yang terkena masalah dalam sistem IT hanya sekitar 10% dari total jumlah nasabah perseroan. Hal ini diperoleh dari sistem ketika melakukan pengecekan antara saldo backup dan saldo baru.
“Ternyata yang saldonya beda hitungannya 10% dari pemegang rekening. IT memang tidak pilih-pilih, tapi IT bisa meng-corrupt sebagian data saja,” jelasnya.