Ilustrasi Wall Street. (Foto: Reuters)
Jeanny Aipassa

NEW YORK, iNews.id - Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (12/8/2022) waktu setempat atau Sabtu (13/8/2022) dini hari WIB. Penguatan Wall Street dipicu optimisme pasar yang berlanjut terhadap data inflasi AS dan indeks kepercayaan konsumen pada Agustus 2022. 

Mengutip Reuters, tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat di atas 1 persen. Dow Jones Industrial Average naik 424,38 poin atau 1,27 persen, ke 33.761,05, S&P 500 melonjak 72,88 poin atau 1,73 persen menjadi 4.280,15, dan Nasdaq melesat 267,27 poin atau 2,09 persenke level 13.047,19.

Keyakinan investor bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya pada Juli 2022 dan mulai turun pada Agustus 2022 mendorong S&P 500 dan Nasdaq membukukan kenaikan selama empat minggu berturut-turut. Untuk minggu ini, indeks S&P 500 bertambah 3,25 persen, Dow naik 2,92 persen dan Nasdaq naik 3,8 persen.

Data indeks harga konsumen yang lebih rendah dari perkiraan membuat investor kembali mengoleksi saham, sehingga 11 sektor Indeks S&P 500 berada di zona hijau. Indeksp S&P 500 melonjak 17,7 persen dari posisi terendah pada pertengahan Juni 2022. 

Hal itu, membawa indeks S&P 500 melintasi level teknis yang diawasi ketat di level 4.231 poin, yang sekaligus menunjukkan indeks acuan itu telah memulihkan setengah kerugiannya sejak jatuh dari puncak sepanjang masa pada Januari 2022. 

Analis menilai Wall Street belum sepenuhnya bearish, meskipun indeks S&P 500 dan Nasdaq membukukan kenaikan mingguan terpanjang sejak November 2021. Pasalnya, The Federal Reserve masih memiliki pekerjaan untuk menjinakkan inflasi tanpa memicu resesi.

"Pasar pasti mendapat berita bagus minggu ini tentang inflasi. Sebuah putaran kemenangan dalam beberapa hal sudah beres, tapi itu bukan 'misi tercapai' dengan cara apa pun. Ini masih sangat lambat di depan," kata Dec Mullarkey, Direktur Pelaksana Strategi Investasi dan Alokasi Aset SLC Management di Boston.

Menurut dia, inflasi pada akhir tahun mungkin melambat menjadi 7,0 persen atau sedikit lebih rendah, tetapi untuk mencapai inflasi inti di bawah 4,0 persen yang merupakan dua kali lipat dari target The Fed akan lebih sulit daripada yang diantisipasi pasar. 

Selain data inflasi yang turun dan indeks kepercayaan konsumen yang meningkat di Agustus 2022, Mullarkey memperkirakan pendapatan kuartal II 2022 yang lebih baik dari perkiraan dari perusahaan Amerika Serikat telah mendukung sentimen optimis untuk ekuitas negara itu.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 9,99 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,04 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT