Pendiri Tornado Cash Didakwa Lakukan Pencucian Uang untuk Hacker Korea Utara

Aditya Pratama
Dua pendiri platform mata uang kripto Tornado Cash, Roman Semenov dan Roman Storm didakwa melakukan pencucian uang, termasuk untuk kelompok hacker Korea Utara. (Foto: Reuters)

“Kami sangat kecewa bahwa jaksa penuntut memilih untuk menuntut Storm karena dia membantu mengembangkan perangkat lunak, dan mereka melakukannya berdasarkan teori hukum baru yang memiliki implikasi berbahaya bagi semua pengembang perangkat lunak,” ucap pengacara Storm, Brian Klein dalam sebuah pernyataan.

"Tuan Storm telah bekerja sama dengan penyelidikan jaksa sejak tahun lalu dan membantah bahwa dia terlibat dalam tindakan kriminal apa pun,” tuturnya.

Tornado Cash merupakan salah satu platform terkenal, dan bersama sebagian besar industri kripto, berada di bawah pengawasan peraturan yang semakin ketat. Departemen Keuangan AS mengatakan, pencampur kripto biasanya digunakan untuk mencuci dana curian.

Pendiri Tornado Cash menghasilkan jutaan dolar dengan mengiklankan layanannya untuk menyediakan transaksi keuangan yang tidak dapat dilacak. 

Lazarus Group, organisasi Korea Utara, diduga menggunakan Tornado Cash pada bulan April dan Mei 2022, yang melanggar sanksi AS. Storm dan Semenov terus memfasilitasi transaksi yang melanggar sanksi, dikutip dari dakwaan.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
7 hari lalu

Trump: Jika AS Dipimpin Presiden Cerdas, Kim Jong Un Akan Berlaku Baik

7 hari lalu

Trump Bakal Bertemu Kim Jong Un Tahun Ini

9 hari lalu

Trump Klaim Punya Hubungan Baik dengan Kim Jong Un

11 hari lalu

Trump Sebut Kim Jong Un Respons Posting-an Foto Bersama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal