Pertemuan utamanya membahas kerja sama ekonomi, transisi energi, isu bantuan kemanusiaan Myanmar dan pemajuan agenda terkait Women, Peace, dan Security (WPS).
Di pidato pembukaan, Menlu Retno Marsudi mendorong penguatan hubungan ekonomi antara ASEAN dengan Norwegia. Selama 8 tahun, Dialog Sektoral ASEAN-Norwegia telah hasilkan sejumlah kerja sama signifikan di bidang hak asasi manusia (HAM), energi, dan perubahan iklim.
Hubungan perdagangan kedua pihak juga meningkat tiga kali lipat melalui ASEAN - EFTA. “Kami mendorong penguatan kerja sama ekonomi, termasuk melalui konklusi ASEAN - EFTA Joint Declaration on Cooperation,” ujar Menlu Retno.
Dalam pertemuan ini, Menlu Retno juga mengajak Norwegia untuk mendukung implementasi Five Point Consensus (5PC), terutama dalam hal pemberian bantuan kemanusiaan. Progres pemberian bantuan kemanusiaan yang sudah dilakukan ke Myanmar melalui AHA Centre.
Selain itu, pertemuan juga membahas mengenai pemajuan agenda Women, Peace, and Security (WPS). Menlu Retno mendorong Norwegia untuk mendukung implementasi ASEAN Regional Plan of Action on Women Peace and Security.
Menlu Norwegia menyampaikan apresiasi atas keketuaan Indonesia di ASEAN. Ia juga menegaskan dukungan Norwegia terhadap sentralitas ASEAN dalam menjaga stabilitas Indo-Pasifik. Norwegia menyambut baik kerja sama dengan ASEAN di bidang keamanan dan penguatan inisiatif Women, Peace, and Security (WPS).