Perusahaan dari 5 Negara Ini Bakal Garap Nikel di RI, Apa Saja?

Iqbal Dwi Purnama
Ilustrasi tambang nikel. (Foto: Okezone)

"Nikel ini menjadi baterai kendaraan listrik, dengan diubah menjadi baterai kendaraan listrik, ternyata direspons positif dengan investor," sambungnya.

Menurutnya, melalui hilirasi, Pemerintah telah berhasil meningkatkan nilai ekspornya enam kali dari komoditas tersebut. Ke depan, Pemerintah berkomitmen untuk menyetop ekspor pada beberapa sumber daya mineral lainnya, seperti timah, bauksit, dan tembaga.

"Karena sudah ada penghentian dan larangan ekspor bijih nikel pada tahun 2019 yang efektif pada tahun 2020, jadi sudah ada hasilnya, dari ekspor kita yang tadinya hanya 3,3 miliar dolar AS, naik lebih dari enam kali lipat tahun 2021 menjadi 20,9 miliar dolar AS," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Kejagung: Kerugian Negara akibat Kasus Ekspor Limbah Sawit Capai Rp14 Triliun

Nasional
7 hari lalu

164 WNA Bekerja Tanpa RPTKA, Perusahaan di Kalbar Didenda Rp2,17 Miliar

Nasional
11 hari lalu

Sidang Tata Kelola Minyak Mentah, Rhenald Kasali Ingatkan Hati-Hati Tentukan Kerugian Negara

Nasional
12 hari lalu

OJK Ungkap Aturan Free Float 15 Persen Bisa Tekan Jumlah IPO

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal