BEIJING, iNews.id - Regulator antimonopoli China memblokir rencana merger dua platform video games online Huya dan Douyu yang dimiliki Tencent Holdings Ltd (tencent).
Tencent mengumumkan kesepakatan merger dua platform video game live terbesar di China, Huya dan Douyu, pada Oktober 2020 untuk menciptakan raksasa video games online senilai 5,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dengan hampir 300 juta pengguna seluler aktif bulanan.
Namun The State Administration for Market Regulation (SAMR) menyatakan kesepakatan itu akan memperkuat posisi dominan Tencent, yang memegang saham mayoritas di kedua perusahaan, karena telah menguasai 40 persen operasi game online.
"Merger tersebut mungkin memiliki efek mengecualikan atau membatasi persaingan, yang tidak kondusif untuk persaingan yang sehat dan dapat merusak kepentingan konsumen,” kata SAMR dalam pernyataannya, Sabtu (10/7/2021).
Menurut SAMR, sebagai dua pemain terbesar di sektor ini, Huya dan Douyu masing-masing telah menyumbang 40 persen dan 30 persen dari penjualan, serta 45 persen dan 35 persen dari pengguna aktif.