Tencent yang berbasis di Shenzhen, memegang 43 persen pangsa pasar video game China pada 2020. Perusahaan teknologi tersebut memiliki 37 persen saham di Huya dan 38 persen Douyu. Tencent diperkirakan akan memiliki sekitar 67 persen saham di perusahaan yang dimerger.
Dalam pernyataannya, SAMR mengungkapkan telah meninjau usulan merger Huya dan Douyu sejak Januari 2021, dan telah meminta pendapat dari lembaga pemerintah terkait, pakar, dan pesaing di industri.
"Kami juga berkomunikasi dengan Tencent selama peninjauan, dan meskipun perusahaan mengajukan proposal merger yang direvisi, hal itu dinilai gagal untuk mengurangi dampak negatif pada persaingan pasar," bunyi pernyataan SAMR.
Menanggapi keputusan tersebut, manajemen Tencent menyatakan akan mematuhi keputusan SAMR, serta beroperasi sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku, dan memenuhi tanggung jawab sosial perseroan.
Manajemen Huya juga menyampaikan pernyataan senada. Sedangkan manajemen Douyu menyatakan sepenuhnya menghormati keputusan hukum dari SAMR dan akan bekerja sama sesuai dengan peraturan yang berlaku.