Rupiah Nyaris Tembus Rp15.000 per Dolar AS, Ekonom: BI Perlu Segera Naikkan Suku Bunga

Michelle Natalia
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terpantau nyaris menembus Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada Selasa (5/7/2022), kurs rupiah terpantau sebesar Rp14.985 per dolar AS. 

Menanggapi hal ini, ekonom sekaligus Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira, mengatakan Bank Indonesia (BI) perlu segera menaikkan suku bunga acuan. Pasalnya, pelemahan rupiah dikhawatirkan memicu imported inflation atau kenaikan biaya impor terutama pangan. 

"Sejauh ini, imported inflation belum dirasakan karena produsen masih menahan harga di tingkat konsumen. Tapi ketika beban biaya impor sudah naik signifikan akibat selisih kurs maka imbasnya ke konsumen juga," ungkap Bhima kepada MNC Portal di Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Menurut dia, melemahnya rupiah terhadap dolar AS juga membuat beban utang luar negeri sektor swasta meningkat. Pasalnya, pendapatan sebagian besar diperoleh dalam bentuk rupiah sementara bunga dan cicilan pokok berbentuk valas. 

"Situasi currency missmatch akan mendorong swasta lakukan berbagai cara salah satunya efisiensi operasional. Tidak semua perusahaan swasta yang memiliki ULN lakukan hedging," ungkap Bhima.

Terkait dengan itu, lanjutnya, Bank Indonesia perlu menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi dan mengurangi beban utang luar negeri sektor swasta. 

"BI perlu naikkan 25-50 bps suku bunga untuk tahan aliran modal keluar. Tapi, menaikkan suku bunga acuan berimbas kepada pelaku usaha korporasi, UMKM maupun konsumen. Cicilan KPR dan kendaraan bermotor bisa lebih mahal," tutur Bhima.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Makro
5 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Nasional
5 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Nasional
6 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Nasional
12 hari lalu

Rupiah Hari Ini Dibuka Menguat ke Rp16.894 per Dolar AS setelah Melemah hingga Rp17.000

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal