Saingan Tesla dari China Ini Akan Jual Setengah Produksi Mobil Listrik ke Luar Negeri

Aditya Pratama
Startup mobil listrik asal China, Xpeng berencana menjual setengah dari produksi kendaraan mereka ke negara-negara di luar China. (foto: Antara)

Sedan P7, yang mulai pengiriman musim panas lalu, telah terbukti jauh lebih populer dan menyumbang lebih dari 77 persen pengiriman. Xpeng juga mulai mengirimkan model listrik ketiga, sedan P5, pada bulan Oktober. 

Pekan lalu, perusahaan rintisan itu memperkenalkan SUV listrik baru, G9, yang menurut perusahaan dirancang untuk pasar internasional dan Cina.

Perusahaan rintisan China lain yang terdaftar di AS, Nio juga telah membuka toko utama di Oslo dan memulai pengiriman mobil lokal pada bulan September.

Kemudian, BYD yang didukung oleh miliarder AS Warren Buffett, mulai mengirimkan mobil listrik ke Norwegia musim panas ini, dan bertujuan untuk mengirimkan 1.500 mobil ke sana pada akhir tahun. 
Pekan lalu, BYD mengatakan pihaknya meluncurkan pengiriman ke Republik Dominika, menyusul ekspansi serupa ke Brasil, Meksiko, Kolombia, Uruguay, Kosta Rika, dan Bahama pada Oktober.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
8 jam lalu

6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan Rp2.326 Triliun dalam Sehari, Ini Penyebabnya

1 hari lalu

Deretan Mobil yang Disita KPK terkait Kasus Korupsi BNPB, Apa Saja?

3 hari lalu

Elon Musk Terima Kompensasi Rp2.853 Triliun dari Tesla, Setara 2,5 Juta Kali Gaji Karyawannya

5 hari lalu

Tesla Roadster Bisa Terbang dan Ngebut 0,5 Detik? Banyak yang Ragu hingga Jadi Meme

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal