Serius Jadikan Kalimantan Tengah Jadi Lumbung Pangan Baru, Mentan Mulai Survei Lokasi

Tangguh Yudha
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan survei ke wilayah Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan baru. (Foto: Dok. Humas Kementan)

Dalam kunjungannya terungkap bahwa lahan tersebut kini sudah layak untuk ditanami kembali dan sekitar 21.224 hektare lahan masih terlantar dan tidak digarap oleh petani. Amran menyebut diperlukan kerja sama dari berbagai pihak untuk menyukseskan program cetak sawah ini.

Dalam pantauan melalui udara menggunakan helikopter menuju Kabupaten Kapuas, Amran menyaksikan luasnya lahan yang tidak tergarap. Dalam rangka program cetak sawah, jajaran Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah akan menelusuri potensi sekitar 400.000 hektare lahan untuk dijadikan sawah baru.

Dia menegaskan, pengembangan cetak sawah ini akan menggunakan teknologi modern, tidak hanya dengan cara manual tetapi juga melibatkan tenaga terlatih, termasuk mendorong partisipasi petani milenial. Pengembangan ini bukan hanya untuk meningkatkan produksi tetapi juga memperkuat hilirisasi pertanian.

Program pengembangan sawah di lahan rawa ini berada di kawasan aluvial eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Provinsi Kalimantan Tengah, yang juga merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN). Optimalisasi lahan rawa ini dianggap sebagai terobosan penting untuk meningkatkan dan mengamankan ketersediaan beras dalam negeri.

"Cita-cita Indonesia Mandiri Pangan adalah arahan Presiden Jokowi dan Presiden terpilih, salah satunya dipersiapkan di Kalimantan Tengah. Dengan potensi lahan rawa yang dapat menjadi lahan pertanian produktif, kita yakin dapat membangun lumbung pangan yang juga akan memasok beras ke Ibu Kota Negara," katanya.

Amran menegaskan bahwa pengembangan cetak sawah ini tidak berarti membuka kembali lahan eks PLG, tetapi mengoptimalkan pemanfaatan lahan eksisting di eks PLG dan di luar lahan PLG.

"Proses ini dilakukan secara bertahap. Tahap selanjutnya adalah identifikasi kepemilikan lahan dan desain pengelolaan dengan melibatkan masyarakat dan investor. Setelah irigasi tersedia, kami akan melakukan budi daya untuk selanjutnya mempersiapkan kebutuhan saprodi," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
5 hari lalu

Beras Premium Tetap Tersedia, Stok di Pasar Tradisional Memadai

11 hari lalu

Amankan Demo Buruh dan Mahasiswa di Jakarta, Polri Penuhi 26.386 Personel Gabungan

13 hari lalu

Bulog Pekerjakan Keluarga Pegawai Pertanian yang Gugur Ditembak KKB

18 hari lalu

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Optimalkan Penyaluran dan Pelayanan BBM di Puruk Cahu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal