Tuduhan Anti Dumping kepada Indonesia Meningkat, India dan AS Paling Banyak Protes

Suparjo Ramalan
Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan, Srie Agustina. (Foto: Ist)

"Melihat ini, kita lihat positifnya bahwa Indonesia dipandang sebagai kekuatan yang setara dengan negara-negara industri tersebut, karena Indonesia menduduki peringkat kedelapan," ujarnya.

Selain itu, Indonesia menduduki peringkat keempat sebagai negara yang paling sering menjadi objek tuduhan anti subsidi. Indonesia juga menjadi negara ketujuh dunia yang paling sering dikenakan bea masuk Imbalan.

Plt Ketua Dewan Pengawas Bulog itu menilai, Indonesia patut waspada karena tuduhan tersebut melibatkan pemerintah yang dianggap memberikan subsidi secara tidak sah kepada eksportir sehingga produk ekspor yang dihasilkan dijual tak wakar dengan harga murah dan mendistorsi pasar.

"Namun ternyata tidak semua penyelidikan anti subsidi berakhir pada pengenaan atau hanya 58 persen saja yang berakhir pada pengenaan bea masuk imbalan. Sisanya dapat ditangkis, tentu setelah kita melakukan pembelaan bersama secara efektif," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemendag Terbitkan 3 Aturan Pelaksanaan Ekspor Komoditas SDA Lewat DSI

57 tahun lalu

Kejagung Ungkap Peran Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra dalam Kasus Perintangan Penyidikan

57 tahun lalu

Kemendag Siapkan Penyesuaian HET Minyakita, bakal Naik?

57 tahun lalu

Kemendag Berencana Naikkan Kuota DMO Minyak Goreng Imbas Kelangkaan Minyakita

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal