Patahkan Dominasi Dollar, China Siapkan Kontrak Pembelian Minyak Berbasis Yuan

Ranto Rajagukguk
Ilustrasi (Foto: Reuters)

"Banyak kontrak berjangka diluncurkan karena masuk akal dari sudut pandang pasar yang logis dan mereka mendapat banyak perhatian, tapi kemudian mereka mati karena kuncinya adalah likuiditas. Mengubah hal yang biasa itu sangat sulit," kata Jeff Brown, Presiden di FGE, seorang konsultan energi internasional.

Hambatan lain yang akan dihadapi China adalah mata uangnya itu sendiri. Yuan belum sepenuhnya dapat dikonversi, dan rentan terhadap intervensi. "Reservasi terbesar saya adalah peran pemerintah pusat China, intervensi negara yang potensial dan favoritisme terhadap perusahaan China," kata John Driscoll, direktur JTD Energy Services di Singapura dan seorang mantan pedagang minyak yang karirnya terbentang hampir 40 tahun.

"China mungkin konsumen energi dengan pertumbuhan tercepat dan paling hebat di dunia, namun pemerintah pusatnya memainkan peran dominan di sektor energi," ujar John.

Saat ini, pemerintah China cenderung bersandar pada perusahaan minyak milik negara untuk mengadopsi kontrak berbasis Yuan dalam upaya menghidupkan aktivitas dan menghasilkan likuiditas dari instrumen keuangan apa pun.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
8 jam lalu

Banjir Nepal-China: Korban Hilang Melonjak Drastis Jadi 4.700 Orang, Hampir 1.000 Tewas

15 jam lalu

Kisah Banjir Nepal Hanyutkan Brankas Bank, Warga Curi Uang Miliaran Rupiah

19 jam lalu

261 Warga Asing dari 23 Negara Hilang di China akibat Banjir Dahsyat, Ini Daftarnya

1 hari lalu

Jumlah Korban Tewas Banjir Nepal-China Nyaris 700 Orang, Baru 20 Jenazah Teridentifikasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal