Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pengamat: BI Rate Harus Tetap Rendah

Wahyudi Aulia Siregar
Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Bank Indonesia (BI) diminta tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) yang rendah untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 yang mulai merebak di Eropa dan Amerika Serikat (AS). 

Pekan ini Bank Indonesia (BI) akan kembali menggelar rapat dewan gubernur, yang salah satu outputnya adalah penetapan BI Rate (BI 7 Days Repo Rate/BI 7 DRR). 

Menurut pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, saat ini BI Rate berada di level 3,5 persen, yang merupakan level terendah sepanjang sejarah besaran suku bunga acuan di tanah air. 

Tetapi besaran BI Rate tersebut, elakangan tidak membuat laju pertumbuhan ekonomi naik. Yang ada justru pertumbuhan ekonomi sempat masuk ke jurang resesi, dan mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,5 persen di kuartal III 2021. 

Dia menjelaskan, pada dasarnya di saat bunga turun seharusnya pertumbuhan ekonomi bisa digenjot. Baik di atas kertas maupun di tatanan prakteknya. Tetapi fakta berbicara lain, Covid-19 telah menghancurkan sendi-sendi perekonomian sehingga upaya mendongkrak pertumbuhan dengan penurunan bunga acuan menjadi kurang berasa.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
9 jam lalu

Cadangan Devisa RI Naik jadi 146,3 Miliar Dolar AS di September 2026, Ini Faktor Pendorongnya

6 hari lalu

BI Batasi Beli Dolar Maksimal 10.000 Dolar AS per Bulan, Ini Alasannya

12 hari lalu

Rp2.548 Triliun Kredit Masih Nganggur, Bos BI Ungkap Penyebabnya

14 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen selama 3 Bulan Berturut-turut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal