Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pengamat: BI Rate Harus Tetap Rendah

Wahyudi Aulia Siregar
Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin. (Foto: Istimewa)

"Dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh Covid-19 jauh lebih besar, daripada kemampuan BI dalam memperbaiki pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Tetapi jika sebelumnya BI tidak menurunkan bunga acuan, sudah bisa dipastikan kinerja ekonomi kian terperosok dan sulit untuk bangkit kembali," kata Gunawan, Kamis (18/11/2021).

Dia menyebut, tantangan ke depan adalah kekhawatiran akan ada gelombang ketiga Covid-19. Sejauh ini, data menunjukan kalau pengendalian Covid-19 di tanah air sangat terkendali. Namun negara lain memang sudah ada yang mengalami gelombang ketiga atau bahkan ada yang tengah berjibaku dengan gelombang keempat Covid-19.

"Sekalipun kita belum menuju ke gelombang selanjutnya, tetapi bersikap waspada dan antisipatif memang dibutuhkan. Walaupun skenario buruknya harus kita siapkan mitigasinya sejak dini. Jika dikaitkan dengan upaya BI yang tetap melakukan kebijakan moneter longgar (bunga murah). Maka resikonya muncul manakala di tahun depan AS justru menaikkan suku bunga acuannya," ujar Gunawan. 

Dia mengungkapkan, inflasi di AS mencatatkan angka 6,2 persen secara tahunan (YoY). Sementara suku bunga acuannya masih bertahan dalam rentang 0 hingga 0,25 persen. Dengan data-data seperti itu, menaikkan bunga acuan bagi Bank Sentral AS atau The Federal reserve (The Fed) hanyalah perkara waktu semata. Kemungkinan tahun depan suku bunga The Fed akan dinaikkan. 

"Disitulah tantangan BI selanjutnya. Jika dihadapkan dengan dua skenario buruk, yakni kenaikan suku bunga The Fed dan gelombang ketiga Covid-19 di tanah air, maka BI dituntut membuat kebijakan ekstra sulit dan ekstra hati hati tentunya. Saya yakin BI akan habis-habisan mendorong pertumbuhan ekonomi, oleh karena itu pengendalian Covid-19 jadi kuncinya," tutur Gunawan. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
12 jam lalu

Cadangan Devisa RI Naik jadi 146,3 Miliar Dolar AS di September 2026, Ini Faktor Pendorongnya

6 hari lalu

BI Batasi Beli Dolar Maksimal 10.000 Dolar AS per Bulan, Ini Alasannya

12 hari lalu

Rp2.548 Triliun Kredit Masih Nganggur, Bos BI Ungkap Penyebabnya

14 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen selama 3 Bulan Berturut-turut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal