APVI: Penetapan Cukai Matikan Industri Vape yang Baru Berkembang

Isna Rifka Sri Rahayu
Diskusi Polemik MNC Trijaya degan tema "Asap vs Uap, Kebutuhan Konsumen vs Regulasi" di Warung Daun, Jakarta (Foto: iNews.id/Isna)

Jika toko-toko vape tutup tentu para pekerja akan menjadi pengangguran. Padahal, meski tidak sebanyak industri rokok, industri vape juga menyerap banyak tenaga kerja yang mayoritas bukan berasal dari pendidikan tinggi.

"Kami ada ribuan toko, satu toko saja butuh dua pekerja. Kalau dibanding industri rokok memang tidak sebanding. Yang kita hiring itu bukan yang pendidikannya tinggi," ucapnya.

Untuk itu, ia berharap kebijakan pemerintah untuk meregulasi penggunaan vape ini dilakukan secara benar bukan malah mematikan industri yang baru berkembang. Sebab, menurut dia, industri ini memiliki potensi yang besar ke depannya, ditambah bahaya produk yang dikonsumsi tidak sebebesar rokok kretek.

"Kita harapkan dukungan pemerintah, bukan perlawanan dengan regulasi yang memberatkan," kata dia.

Produk likuid vape produksi dalam negeri telah diakui kualitasnya oleh masyarakat luar negeri. Jika didukung dan tidak dipersulit pemerintah, kemungkinan produk ini bisa menjadi potensi ekspor yang besar

"Produksi lokal itu sangat tinggi, kalau dilegalkan potensi ekspornya (tinggi). Bayangkan karena orang luar juga mau ambil. Tapi kan kita tidak bisa mengirim kalau tidak ada regulasi yang jelas. Produk kita juga kualitasnya lebih bagus," ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Health
29 hari lalu

BNN Rekomendasikan Larang Vape, Ini 5 Risiko Serius bagi Kesehatan

Nasional
30 hari lalu

Miris! Banyak Remaja Indonesia Pakai Vape, BNN Angkat Suara

Health
30 hari lalu

BNN Tegaskan Vape Berbahaya untuk Kesehatan, Usulkan Dilarang Beredar di Indonesia!

Nasional
30 hari lalu

BNN Usulkan Vape Dilarang di Indonesia, Ini Alasannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal