BI Kembali Sebar Kartu Berlogo GPN di 17 Kota

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi. (Foto: Antara)

Sebagai informasi, kartu GPN ini hanya diperuntukkan untuk transaksi dalam negeri. Keunggulan dari kartu GPN yang digagas oleh BI adalah tiap transaksi tidak akan dikenai biaya merchant.

Selain itu juga bisa diakses seluruh bank di Indonesia. Lain halnya dengan kartu debit atau kredit yang biasa dipergunakan masyarakat pada umumnya, tiap transaksi biasanya dikenakan biaya saat menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC).

Meski tidak dikenakan biaya tiap transaksi di dalam negeri, kartu GPN ini masih mempunyai kekurangan. Pasalnya, kartu GPN tidak menggantikan kartu kredit dan debit yang selama ini beredar dan dipergunakan masyarakat Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, BI mencatat pertumbuhan transaksi melalui kartu debit berlogo GPN mencapai Rp11,58 triliun dalam delapan bulan terakhir. Deputi Direktur Departemen Elektronifikasi dan GPN BI, Aloysius Donanto mengatakan, perolehan tersebut berdasarkan implementasi yang dilakukan secara bertahap sepanjang Oktober 2017 hingga Juni 2018.

"Pertumbuhan 107 persen mulai Oktober 2017 sampai Juni 2018 total transaksi lewat GPN Rp11,58 triliun. Dari sisi jumlah transaksi 24 juta totalnya. Grand launching-nya baru sehingga secara transaksi besar," ujarnya dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
2 hari lalu

Mensesneg Ungkap Destry Damayanti Masuk Bursa Calon Gubernur BI

2 hari lalu

Cadangan Devisa RI Turun jadi 145,3 Miliar Dolar AS di Juli 2026

5 hari lalu

Purbaya Buka Suara soal Kabar BI bakal di Bawah Kemenkeu

6 hari lalu

Purbaya Pastikan Bukan Calon Gubernur BI: Saya Jadi Menkeu Sudah Syukur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal