Dua Indeks Utama Wall Street Ditutup Merosot Imbas Data Ekonomi Melemah

Anggie Ariesta
Ilustrasi bursa Wall Street, Amerika Serikat. (Foto: Reuters)

Bill Northey mengungkapkan, investor mengharapkan serangkaian kenaikan suku bunga 50 basis poin selama beberapa bulan kedepan, memicu kekhawatiran bahwa bank sentral dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi, sebuah skenario yang semakin dimasukkan ke dalam proyeksi analis.

"Besok kami melihat ke risalah FOMC untuk tanda-tanda bahwa pendekatan terhadap kebijakan moneter mungkin condong lebih hawkish atau dovish daripada yang ditetapkan pada pertemuan terakhir," ujar Bill Northey dari Bank Wealth Management AS.

Data yang dirilis pada Selasa (24/5/2022) melukiskan gambaran memudarnya momentum ekonomi, dengan penurunan penjualan rumah baru dan aktivitas bisnis yang melambat.

Rekan Ketua Fed Jerome Powell di Frankfurt, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, mengatakan dia memperkirakan suku bunga deposito ECB akan dinaikkan setidaknya 50 basis poin pada akhir September.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

BPS: Diskon Tarif Transportasi saat Libur Nataru Belum Mampu Bendung Inflasi Desember 2025

Nasional
4 hari lalu

Inflasi Desember 2025 Capai 0,64%, Sepanjang Tahun Tembus 2,92%

Makro
23 hari lalu

BI Dinilai Perlu Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen, Ini Alasannya

Makro
1 bulan lalu

BPS Catat Inflasi November 0,17 Persen, Harga Pangan Stabil Jelang Akhir Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal