Erdogan Berencana Pangkas Suku Bunga, Mata Uang Turki Kembali Anjlok

Dinar Fitra Maghiszha
Mata uang Turki, Lira anjlok hingga 8 persen ke rekor terendah baru. Hal ini terjadi karena Presiden Turki Tayyip Erdogan berencana untuk memangkas suku bunga. (foto: Istimewa)

Erdogan juga menyampaikan kenaikan 50 persen upah minimum di Turki, menjadi 4.250 lira atau setara 275 dolar AS per bulan tahun depan. Tapi hal ini diperkirakan akan meningkatkan inflasi harga konsumen secara keseluruhan hingga 3,5 persen.

Kenaikan ini mempengaruhi sekitar enam juta pekerja. Tetapi, mengingat depresiasi lira yang tajam, upah minimum yang baru masih lebih rendah dari yang setara dengan 380 dolar AS setahun sebelumnya.

“Kami percaya bahwa campuran kebijakan saat ini pada dasarnya tidak berkelanjutan,” ujar Direktur MEA di S&P Global Ratings, Maxim Rybnikov.

Bank sentral telah berada di bawah tekanan Erdogan untuk memangkas suku bunga guna mendorong pertumbuhan ekonomi, pinjaman dan ekspor di bawah rencana ekonomi barunya.

Para ekonom dan anggota parlemen oposisi secara luas mengkritik kebijakan tersebut sebagai tindakan sembrono.

Diketahui, bank sentral telah melakukan intervensi empat kali di pasar mata uang dalam dua minggu terakhir, menjual dolar untuk memperlambat penurunan lira dan memakan cadangan devisanya yang sudah habis.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Para Perwira Israel Sudah Cepek dengan Netanyahu, Tak Mau Perang Baru Lagi

2 hari lalu

Rupiah Menguat 0,75 Persen dalam Sepekan, Ini Pendorongnya

2 hari lalu

Netanyahu Ingin Seret Israel Perang Lawan Turki demi Menangkan Pemilu?

2 hari lalu

Ini Alasan Turki Ajukan Red Notice ke Interpol Tangkap PM Israel Netanyahu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal