Garuda Bakal Pangkas Setengah Armada demi Bertahan dari Krisis Akibat Pandemi

Aditya Pratama
Pesawat Garuda Indonesia

Selain itu, Garuda juga memiliki utang sekitar Rp70 triliun. Jumlah itu bertambah Rp1 triliun setiap bulannya karena melakukan penundaan pembayaran kepada pemasok. Perseroan memiliki arus kas dan ekuitas minus Rp41 triliun. 

"Kegagalan menjalankan program restrukturisasi bisa mengakibatkan perusahaan dihentikan secara mendadak," ujarnya. 

Kekhawatiran efek pandemi Covid-19 bertahan lebih lama dari perkiraan, sehingga memberi imbas pada bisnis dan aksi korporasi perusahaan. Harga sukuk Garuda senilai 500 juta dolar AS turun sekitar 7 sen seama sebulan terakhir menjadi 81. Sedangkan volume penumpang grup Garuda telah anjlok 66 persen tahun lalu. 

Garuda sebelumnya telah menawarkan program pensiun dini kepada karyawannya. Berdasarkan laporan, Garuda grup memiliki sekitar 15.368 karyawan dan mengoperasikan 210 pesawat pada September tahun lalu. Pada pertengahan 2020, Garuda merumahkan sekitar 825 karyawannya, yang didahului dengan memangkas gaji mereka. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Nasional
12 hari lalu

Dirut Garuda Buka Suara soal Viral Kabar Awak Kabin Patah Tulang usai Pesawat Turbulensi

Nasional
12 hari lalu

Pesawat Garuda Rute Jakarta-Sydney Turbulensi Hebat, 2 Awak Kabin Terluka

Nasional
21 hari lalu

Garuda Indonesia Siap Terbangkan 102.502 Jemaah Haji 2026 

Nasional
2 bulan lalu

Garuda Indonesia Tunda Beli Pesawat Baru Meski Kantongi Rp23,67 Triliun dari Danantara 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal